STRAIGHT NEWS


LIBUR PANJANG WAISAK, MASYARAKAT PADATI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN

Kamis, 30 Mei 2024

Suasana masyarakat berakhir pekan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

odiaonemedia.blogspot.com – Momentum libur panjang Waisak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berakhir pekan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/05/2024).

Heri Atmojo, salah satu pengunjung Taman Margasatwa Ragunan mengatakan bahwa persiapan dirinya dan keluarga untuk berakhir pekan di Ragunan hanya menyesuaikan saja dengan tujuan awal.

“Ya paling karena tujuannya olahraga, ya, sesuaikan aja, pakaian yang dikenakan. Kemudian, kena hanya (lama waktu olahraga) berapa jam, menyesuaikan aja, sih,” jawab Heri saat diwawancarai Odiaonemedia pada Minggu (26/05/2024).

Heri menambahkan bahwa dirinya beserta keluarga sudah menyaksikan berbagai satwa yang ada di Ragunan. Satwa yang ada di Ragunan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar seputar alam dan makhluk hidup.

“Tadi kita udah lihat dari sejenis binatang yang model monyet, siamang, burung-burung, buaya, ular, sejenis itu, lah. Kemudian, terakhir tadi ada gajah, ya, awalnya (melihat) jerapah, ya, seperti itu, sih. Bagi kita, sih, umum, ya, (bagi) anak-anak ini untuk pengetahuan, untuk belajar,” jelas Heri.

Pria tersebut memuji suasana alam yang asri dan alamiah dari Ragunan. Menurutnya, kesegaran udara merupakan hal yang perlu dipertahankan serta menjadikannya prioritas dan keistimewaan tersendiri.

“Jadi, kesegaran udara mengalir (di Ragunan), sih, yang prioritas, sih, selainnya, kan, bisa rekayasa semua, ya, semua bisa dilihat, ya, gitu juga jenis binatang, ya, yang umumlah, ya, kalau di sini, ya, jadi gak ada yang istimewa, sih. Yang istimewa, sih, udara (di Ragunan) aja, sih, alam natural,” ungkap Heri.

Heri menceritakan bahwa Ragunan merupakan destinasi yang cocok bagi anak untuk belajar mengenai beragam satwa, terutama satwa langka yang belum pernah diketahui sebelumnya.

“Ya paling bagi anak-anak, ya, generasi (muda), cukup mewakili, awal dia belajar tentang makhluk hidup, ya terutama yang langka, yang mereka perlu mendapatkan wawasan yang definisi (satwa) langka itu apa, paling gitu, lah,” jelas Heri.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut mengatakan bahwa kemudahan akses dan terjangkaunya harga tiket masuk sangat membantu masyarakat yang hendak berakhir pekan di wisata Ragunan itu. Hanya dengan menggunakan Jak Card, masyarakat dapat menikmati fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Key point-nya, karena mewakili, lah, ekonomi rakyat, ya, terjangkau. Ada kartu, sih, tadi digesek aja, Jak Card karena sebagai warga DKI harus ada, sih, di kantong, ya. Kadang-kadang mau naik yang gratisan pake itu,” tegas Heri.

Terakhir, Heri menyatakan bahwa pengelolaan berbagai fasilitas yang ada di dalam Ragunan seperti kebersihan kandang satwa dan pelayanan sudah terbilang baik, namun ada beberapa aspek seperti kebersihan toilet umum yang harus dibenahi.

“Jadi, background saya, kan, hospitality, ya, yang paling mendasar itu adalah yang seperti (fasilitas) public itu toilet, ya, (harus) diperhatikan, ini kelemahan kita di sini (Ragunan) satu, ya, (toilet) masih ada bau pesing,” ucap pria itu.

Reporter          : Muhammad Paksi Dwi Shandra Bimantara (2210411031)

Penulis            : Muhammad Paksi Dwi Shandra Bimantara (2210411031)

Sumber foto    : Dokumentasi pribadi

Bukti               : 




Komentar

Postingan populer dari blog ini