EDITORIAL

                Mengungkap Pesona Ragunan, Tidak Hanya Satwa, Tapi Juga Cinderamata Unik

Mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan tidak hanya menawarkan keindahan satwa yang mempesona. Di balik pemandangan ini, terdapat kios-kios penjual cinderamata yang menyimpan berbagai barang unik dan menarik.

Fitriyah merupakan salah satu penjual cinderamata di Ragunan yang sudah mulai berjualan sejak tahun 1995. Ia melanjutkan pekerjaan ayahnya yang sebelumnya juga seorang penjual cinderamata. Sejak kecil, Fitriyah sudah akrab dengan suasana pasar cinderamata Ragunan dan meneruskan bisnis keluarga ini dengan penuh dedikasi.

Jenis cinderamata yang dijual di stand Mbak Fitriyah sangat beragam, mulai dari bando karakter binatang, kipas elektrik, kalung, gelang, cincin, hingga perhiasan lainnya. Menariknya, bando karakter yang dijual merupakan hasil jahitan tangan Fitriyah sendiri. Sebelum beralih ke cinderamata, produk yang dijualnya adalah mainan anak-anak.

Menjadi penjual cinderamata di Ragunan tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi Fitriyah adalah menghadapi sepinya pengunjung dan negosiasi harga yang kadang tidak menguntungkan. "Saat pengunjung sepi, pendapatan pun ikut berkurang. Terkadang pengunjung menawar terlalu rendah, padahal barang yang dijual sudah dengan harga yang terjangkau," katanya.

Penjualan cinderamata ini menjadi sumber tambahan penghasilan yang penting bagi kehidupan sehari-hari Fitriyah dan keluarganya. Meski demikian, ia melihat peluang untuk mengembangkan bisnis ini lebih besar di masa depan dengan harapan pengunjung Ragunan akan terus bertambah dan ekonomi keluarga semakin stabil.

Dukungan dari pengelola Ragunan, menurut Fitriyah, masih terbatas pada penyediaan tempat yang sudah ditentukan untuk setiap penjual. Penjual cinderamata di Ragunan juga harus memiliki kartu penjual dari pengelola Ragunan, yang menurut Fitriyah, sangat sulit diperoleh. "Ayah saya mulai berjualan sejak tahun 1995, tapi baru mendapatkan kartu penjual pada tahun 2016. Sulit bagi pedagang baru yang ingin membuka lapak di sini karena prosesnya yang rumit," jelasnya. Akibatnya, sebagian besar penjual di Ragunan saat ini adalah pedagang lama yang sudah lama berjualan, seperti ayah Fitriyah.

Mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan memang memberikan pengalaman luar biasa dengan melihat keanekaragaman satwa. Namun, tanpa penjual cinderamata seperti Fitriyah, kunjungan kita mungkin akan terasa kurang lengkap. Penjual cinderamata ini tidak hanya menambah warna dan nilai ekonomi bagi Ragunan, tetapi juga menyimpan kisah-kisah inspiratif yang patut kita hargai. Pemerintah dan pengelola Ragunan sebaiknya mempertimbangkan dukungan lebih bagi mereka, seperti kemudahan dalam mendapatkan izin penjualan dan promosi yang lebih luas, agar mereka bisa terus berkarya dan mendukung pariwisata lokal. 


Reporter        : Aisha Mikaila (2210411264)

Penulis           : Aisha Mikaila (2210411264)

Sumber foto  : Dokumentasi pribadi

Bukti              :


Komentar

Postingan populer dari blog ini