JURNALIS INEWS MENGHIMPUN BERITA UNTUK BANYAK MEDIA
Suasana kantor media televisi INews.
odiaonemedia.blogspot.com
– Senior Produser INews, Yanty Ariyati mengatakan bahwa
INews menganut sistem news room 4.0, dimana proses menghimpun berita
oleh seorang jurnalis dilakukan atas dasar arahan redaktur dan riset berita,
yang kemudian dipublikasikan di berbagai media MNC Group.
Proses
news gathering media INews diawali dengan memproyeksikan berbagai kasus
ataupun peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat. Proyeksi
topik berita tersebut digunakan sebagai dasar dalam ploting crew
yang bertugas turun langsung ke lapangan. Ploting crew disusun oleh
koordinator liputan beserta produser.
“Awalnya
korlip (koordinator liputan) ini punya proyeksi, mereka baca, oh, ada kasus SYL
(Syahrul Yasin Limpo), keluarganya udah diperiksa, oke, misalnya ada 1 reporter
yang kita ploting khusus meliput dia (Syahrul Yasin Limpo) ke KPK
(Komisi Pemberantasan Korupsi), misalnya sidangnya dimana, di kejaksaan
misalnya,” ujar wanita berkacamata itu saat diwawancarai Odiaonemedia pada
Minggu (09/06/2024).
Seorang
produser dan executive produser umumnya memberikan permintaan kepada
seorang reporter untuk mewawancarai narasumber tertentu, menyesuaikan dengan
rancangan proyeksi berita yang sudah disusun.
“Jadinya,
semua plotting-an itu datengnya dari korlip (koordinator liputan) sama
produser. Kalo ada apa (kasus) nanti mereka (korlip dan produser) yang plotting.
Si ini (crew) nempel di kasusnya SYL (Syahrul Yasin Limpo), ya, siapa,
nih, reporternya. Atau ada lagi kita ngirim tim ke Cirebon, ngawal kasusnya
Vina,” jelas Yanty.
Yanty
menambahkan bahwa pembagian tim yang turun ke lapangan dalam menghimpun berita
tertentu sudah diatur sedemikian rupa dan tidak dapat digantikan atau diubah
secara sewenang-wenang.
“Kecuali
satu, ya, yang udah diplotting satu orang, liputan khusus, misalya dia (crew)
jagain (meliput) istana (presiden) atau di Polda (Kepolisan Daerah) bisa geser
(berpindah tempat), asalkan atas persetujuan dan koordinasi dengan korlip
(koordinator liputan),” tutur wanita tersebut.
Dia
menambahkan bahwa ploting crew di kantor pusat, Jakarta, dan di daerah,
berbeda. Terdapat biro-biro khusus atau kontributor yang bertugas menghimpun
berita di daerah dan nantinya melaporkan hasil berita tersebut kepada kantor
pusat, di Jakarta.
“Untuk
daerah semuanya ada kontrinya (kontributor). Di Jakarta juga ada kontri
(kontributor), di daerah ada biro namanya, biro Bandung, biro Surabaya,
pokoknya kota-kota besar itu ada biro. Ada biro Yogya (Yogyakarta). Mereka
(biro), tuh, sebenernya punya siaran sendiri, TV lokal. Jadi, kadang gak bisa cover
semua peristiwa yang ada di sana (daerah), jadi akhirnya kontri (kontributor),”
jelas wanita yang juga berpengalaman lama sebagai reporter.
Produser
Senior INews tersebut menambahkan bahwa jika terdapat kesalahan di dalam
menghimpun berita, maka satu tim akan mendapatkan surat peringatan.
“Kayak
gini-gini, nih, ya, ini juga evaluasi, gitu, sambil jalan sambil evaluasi.
Typo, nama sama jabatan. Kalo salah, kena 1 tim kena SP (surat
peringatan),” tutup Yanty.
Terakhir,
Yanty mengatakan bahwa reporter INews terkadang harus melakukan liputan secara live
report dengan tema yang sama, namun untuk saluran televisi yang berbeda,
seperti RCTI, GlobalTV, dan sebagainya.
Reporter : Muhammad Paksi Dwi Shandra Bimantara
(2210411031)
Penulis
: Muhammad Paksi Dwi Shandra
Bimantara (2210411031)
Sumber
Foto : Dokumentasi Pribadi
(Odiaonemedia)


Komentar
Posting Komentar